Kala Lomonosov Berbenah Bahasa

lomonosov_m

Di dunia ilmu pengetahuan dan sains, nama Mikhail Vasiliyevich Lomonosov adalah tokoh yang tersohor. Penemuan dan teorinya dalam bidang fisika, kimia, dan geologi telah banyak diakui dunia. Lahir pada tanggal 19 November 1711 di Kholmogory, provinsi Arkhaenglesk, Lomonosov muda sangat akrab dengan kehidupan nelayan yang diperkenalkan oleh ayahnya. Pengalaman masa kecil yang ikut memperkaya pengetahuannya adalah saat menangkap ikan hingga Samudra Arktik dan Laut Putih tiap musim semi. Dari situ, ia belajar banyak tentang susunan gunung es, jenis-jenis batu es, kaitan angin dengan arus, serta kaitan kadar garam dengan formasi.

Namun, sumbangsihnya di bidang lain pun sangat signifikan. Ilmuwan serba bisa ini telah memberikan gagasan-gagasan legendaris dalam bidang sejarah, bahasa, dan sastra Rusia. Hal ini diawali dengan ketertarikannya yang besar terhadap bidang retorika dan bahasa. Pada tahun 1755, Lomonosov menghasilkan rumusan tentang gramatika bahasa Rusia modern yang dikenal dengan judul Rossiskaya Gramatika. Berkat karya ini, bahasa dan sastra Rusia memasuki jenjang baru dalam peradaban bangsa Rusia. Bagaimana tidak? Mengingat hingga abad ke-18, bahasa Rusia sama sekali belum memiliki aturan tata bahasa sebagaimana mestinya.

Tata Bahasa Rusia Sebelum Lomonosov

Sebelum terbentuk bahasa nasional atau bahasa Rusia modern, ada dua bahasa yang lazim dipakai pada masa Rusia kuno.  Pertama, bahasa tulisan atau sastra tulisan yang sejarahnya dimulai pada akhir abad ke-10, dikenal sebagai bahasa Slavonik Gereja Kuno. Kemunculannya melalui penyebaran ajaran kristen dari Kerajaan Bizantium oleh dua bersaudara Cyril dan Methodius. Awalnya, bahasa ini digunakan hanya untuk urusan keagamaan, seperti menerjemahkan buku liturgi yang aslinya menggunakan bahasa Yunani atau menghasilkan tulisan-tulisan lain menyangkut agama. Namun pada saat itu, gereja merupakan pusat budaya dan pendidikan, tempat berkumpul para intelektual, sehingga memungkinkan penyebaran pemakaian bahasa gereja sampai ke kalangan sipil Rusia dan bangsa Slavia lainnya. Kedua, bahasa lisan yang menjadi bahasa percakapan di antara pribumi, dipakai juga untuk syair kepahlawanan, lirik lagu, dongeng atau legenda. Bahasa ini bisa juga digunakan sebagai bahasa tulisan namun hanya untuk tulisan non-sastra seperti dokumen resmi, administrasi, dan korespondensi.

Cyril dan Methodius dianggap sebagai orang suci (Santo) dalam Gereja Orthodox Slavia

Cyril dan Methodius dianggap sebagai orang suci (Santo) dalam tradisi Gereja Orthodox Slavia

Antara bahasa tulisan dan bahasa lisan tersebut, terdapat jurang perbedaan besar yang terus berlanjut hingga berabad-abad setelahnya. Mulai dari periode Kievan (abad 10-13) – Moskovite (abad 14-17) sampai abad ke-18, ketidakakuran dan tumpang tindih pemakaian dua bahasa itu terus terjadi. Di satu sisi, bahasa Slavonik Gereja memang lebih unggul karena pada tahun 1619 sudah memiliki gramatika lebih dulu yang diterbitkan di Belarusia dan Ukraina berkat seorang ilmuwan Ukraina, Melatii Smotritskii. Gramatika ini memiliki 6 tenses mengikuti gramatika bahasa Yunani, terdiri dari: 4 past tense (kala lampau), present tense (kala kini), dan future tense (kala yang akan datang) dan kata benda digolongkan ke dalam 6 gender. Sementara itu, bahasa Rusia asli belum memiliki tata bahasa hingga akhir abad 17 lantaran hanya dianggap sebagai bahasa percakapan dan statusnya tidak pernah menjadi bahasa tulisan atau bahasa sastra. Namun selanjutnya ada juga beberapa ilmuwan bahasa yang mencoba membuat aturan gramatika bagi bahasa Rusia dengan mengacu kepada model gramatika yang dibuat oleh Smotritskii. Beberapa gramatika yang ada sebelum Lomonosov antara lain:

 

1696

Grammatica Russica (dalam bahasa Latin)

di Oxford tahun oleh ilmuwan Jerman H.W Ludolf;

1706

di Stoltzenberg dekat Danzig leh ilmuwan Polandia Elias Kopievich

1721

di Moskow oleh Teodor Polikarpov;

 

1723

di St. Petersburg oleh

Teodor Maksimov

1731

di St. Petersburg

W.E. Addodurov (dalam bahasa Jerman dan diselipkan sebagai lampiran dalam kamus Jerman-Latin karya E. Weissmann)

 

Российская Грамматика (Rossiskaya Gramatika) : Titik Awal Bahasa Rusia Modern

Dibandingkan semua gramatika yang sudah pernah ada, gramatika Lomonosov memberikan kontribusi paling signifikan dalam sejarah bahasa dan sastra Rusia modern. Bahkan, menjadi karya filologi yang populer di pertengahan abad 18. Hal ini karena pendekatan yang digunakan Lomonosov tergolong baru. Ia menekankan bahwa setiap bahasa memiliki nilai intrinsik tersendiri sehingga untuk membuat sebuah norma bahasa, maka perlu adanya pengamatan langsung secara mendalam terhadap suatu bahasa, baik yang tertulis maupun yang lisan pada semua tingkat percakapan. Lomonosov mempelajari gramatika Smotritskii secara mendalam sampai akhirnya menemukan sebuah kekurangan di dalamnya. Gramatika Smotritskii cenderung mengabaikan tinjauan pemakaian, apakah tata bahasa yang ia hasilkan itu bisa bermakna dan efektif saat diaplikasikan. Artinya, masih pada tataran teori belaka.

Buku gramatika Bahasa Rusia yang diterbitkan Lomonosov

Buku gramatika Bahasa Rusia yang diterbitkan Lomonosov

Untuk membedakan hasil karyanya dengan para gramarian lain, Lomonosov membuat kerangka kerja berdasarkan beberapa filosofi yang ia pelajari juga dari bahasa-bahasa Eropa Barat seperti Prancis, Jerman, Latin, Yunani. Namun tetap saja, ‘bahan dasar’ nya adalah bahasa Slavonik Gereja dan bahasa Rusia asli. Bagaimanapun, Lomonosov tidak menampik adanya keterikatan sejarah antara kedua bahasa itu dan keduanya saling mempengaruhi. Sehingga, jika keduanya digabung maka akan dapat menguntungkan dan menghasilkan sebuah bahasa sastra baru yang memperkuat identitas Rusia. Bahasa dan sastra baru ini tentunya harus meliputi memiliki aturan gramatika yang menyeluruh pula, baik dari segi morfologi, fonetik, maupun stilistikanya.

Standarisasi Gramatika

Sederhananya, bencana dalam linguistik Rusia sebelum Lomonosov berakar pada ego masing-masing bahasa dan absennya linguis yang berhasil mengombinasikan keduanya. Oleh karena itu, kombinasi dan standarisasi gramatika kedua bahasa adalah jalan keluar untuk menghasilkan bahasa nasional Rusia yang layak. Di sinilah peran Lomonosov menjadi signifikan setelah ia berhasil membedah perbedaan secara sistematis dan jelas antara bahasa Slavonik Gereja dengan bahasa Rusia di semua tataran gramatika (fonetik, morfologi, sintaksis, leksikal).

Sejatinya, Rossiskaya Grammatika dari Lomonosov memuat uraian yang lebih kompleks dan lengkap tentang gramatika Rusia. Namun dari semuanya itu, standarisasi pada tataran morfologi adalah yang paling mencolok mengingat elemen sebuah bahasa yang paling mendasar adalah kata itu sendiri. Dalam hal ini, Lomonosov menemukan bahwa bahasa Slavonik Gereja disusun oleh 3 kelompok kata antara lain kata yang sudah kuno, kata yang lazim di kalangan intelektual tapi tidak populer dalam percakapan awam, dan kata-kata tersembunyi yang harus dipopulerkan. Pada bahasa Rusia, kosakata penyusunnya terdiri dari 3 kelompok juga seperti  kata Slavano-Rusia yang sering dipakai pada kedua bahasa, kata dari bahasa asli, dan kata-kata tingkat bawah yang dianggap tidak layak sebagai bahasa sastra.

Selanjutnya, Lomonosov menyusun formasi kosakata baru dengan lebih dulu menetapkan kriteria kualitas dan stilistika sebuah kata, dengan mempertanyakan: frekuensi penggunaannya. Seberapa sering kata itu digunakan; apakah dapat dipahami; apakah layak atau sopan, baik untuk dipakai sebagai bahasa lisan maupun sebagai bahasa tulisan. Dengan demikian, dihasilkanlah 3 kelompok kata yang terdiri dari :

  • Kosakata dari bahasa Slavonik Gereja yang populer di kalangan intelektual meski tidak meluas pemakaiannya seperti oтверзаю, господень
  • Kosakata Slvano-Rusia: бог, слава, рука
  • Kosakata Rusia yang tidak ada dalam buku gereja: говорю, ручей, который, пока
  • Kosakata tambahan yang merupakan kata serapan dari bahasa asing tapi berakar dari bahasa Latin dan Yunani seperti горизонтальный, диаметр, квадрат, атмосфера, барометр, микроскоп. Hal ini tak terhindari karena menyangkut kosakata atau istilah sains yang berlaku universal.

Standarisasi kosakata dilakukan terhadap semua kata benda, kata sifat, dan kata bilangan beserta pengelompokan gender-nya. Khusus untuk kata kerja, konjugasinya ditentukan oleh tenses, modus, jumlah, subjek, ragam gramatikal, dan gender. Namun Lomonosov belum menggali lebih dalam mengenai aspek kata kerja. Selain itu, dibuat juga formasi kata bantu yang terdiri dari kata ganti, kata keterangan, kata depan, kata penghubung, dan gerund.

Cara lain Lomonosov dalam menggabungkan bahasa Rusia dengan bahasa Slavonik terwujud dalam kata bantu yang dipakai untuk menyatakan perbandingan dari kata sifat, seperti : самый (самой скверной, самой точной) diambil dari bahasa Rusia. Namun untuk pemakaian tingkat tinggi, kata sifat tersebut ditambahkan akhiran yang berasal dari bahasa Slavonik seperti akhiran –ейший, –айший, –ший. Cara seperti ini menyatukan tataran semantik dan morfologi melalui prinsip stilistika (gaya bahasa).

2d4bdb25e7150b25cbed2c44a936bc0d

Tabel tiga gaya bahasa menurut Lomonosov

Selain menyempurnakan gramatika, Lomonosov juga mengajukan teori stilistika atau gaya bahasa. Menurutnya, pemakaian bahasa dapat dibedakan ke dalam 3 macam: gaya bahasa tinggi (high) yaitu pada puisi kepahlawanan, syair, pidato sambutan;  gaya bahasa menengah (middle) yaitu pada karya teater, satir, elegi, puisi sederhana;  gaya bahasa rendah (low) yaitu pada komedi, lagu, korespondensi, percakapan sehari-hari. Namun teori stilistika ini tidak sepopuler teori gramatikanya, terlebih para linguis menilai bahwa teori ini hanya bisa diaplikasikan terbatas pada periode Klasisme saja. Relevansinya untuk bahasa dan sastra Rusia modern era kini memang masih perlu pengayaan lebih lanjut, namun setidaknya Lomonosov telah mewariskan ilmu pengetahuan yang akan terus dikenang sepanjang masa. (Intan Boenarco/Editor: Monica Dian/Image: various)

 



« (Previous News)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *