Menyelami Uni Soviet Era 1950-an Lewat Perangko

img037-1024x727

Sejarah panjang sistem pos Rusia dimulai sejak abad ke-16. Saat itu, pos Rusia  mampu menjangkau 1600 lokasi dalam negeri dengan lama pengiriman misalnya untuk Moskow-Novgorod sekitar 3 hari. Kemudian pada tahun 1634, perjanjian damai antara Rusia-Polandia memungkinkan dibukanya rute perjalanan ke Warsaw. Ini membuat layanan pos Rusia dapat melakukan pengiriman internasional untuk pertama kalinya.  Agar layanan pos lebih efektif, Peter The Great memerintahkan pembangunan kantor pos pertama di Moskow dan St. Petersburg pada tahun 1716. Cap pos Rusia pertama kali diketahui bertanggal Juli 1765 yang disertai baris tunggal dalam bahasa latin bertuliskan “ST.PETERSBOVRG”. Meski demikian, rekomendasi resmi untuk menggunakan cap pos ini baru keluar tahun 1781. Sementara itu, benda-benda pos lainnya baru muncul pertama kali pada tahun 1845, seperti amplop yang bernilai 5 kopek untuk surat lokal di St. Petersburg dan Moskow. Amplop ini baru berlaku di seluruh Rusia mulai tanggal 1 Desember 1848.

Ketika ide tentang prangko mendunia, Rusia pun ikut mengadopsi sistem ini pada September 1856 meski baru digunakan secara menyeluruh pada 1 Januari 1858. Prangko pertama diterbitkan pada 10 Desember 1857 dengan nilai 10 kopek dan berlaku untuk surat yang beratnya satu lot (sekitar 12,8 gram). Seperti halnya prangko pertama dunia Black Penny, prangko Rusia juga belum memiliki perforasi. Desain gambar perangko Rusia saat itu adalah lambang negara Rusia yang dicetak menggunakan tipografi coklat dan biru. Selanjutnya, pada 10 Januari 1858, prangko berdesain sama diterbitkan dengan nilai 20 kopek dan 30 kopek, sudah memiliki perforasi, dan warnanya pun sudah lebih beragam. Dunia pos Rusia terus berkembang hingga pada September 1865, di daerah Shlisselburg didirikan kantor Zemstvo sebagai kantor penerbitan prangko pertama. Kemudian pada tahun 1874, Rusia juga tercatat sebagai salah satu dari 22 negara pendiri General Postal Union atau dikenal juga dengan Universal Postal Union yaitu organisasi yang bergerak di bidang pengiriman barang dan penerbitan prangko.

Prangko Era Kekaisaran Rusia yang dikeluarkan tahun 1857-1888

Prangko Era Kekaisaran Rusia yang diterbitkan tahun 1857-1888

 

Potret Era 1950-an dalam Prangko

Ada tiga hal menarik yang dapat ditemukan dalam prangko Soviet era 1950-an. Ketiganya menunjukkan bahwa desain atau ilustrasi sebuah prangko di masa Uni Soviet bukanlah hanya sekedar gambar tanpa makna. Tetapi, sebuah pintu masuk yang dapat dipakai untuk menyelami gambaran kehidupan pada masa itu. Yang pertama, misalnya, slogan atau propaganda yang paling dominan disuarakan di seluruh Soviet seperti Za Mir!  dan Sto Delat? Za Mir! merupakan kebijakan politik luar negeri dari Vladimir Lenin sementara Sto Delat?  adalah doktrin dasar sekaligus landasan idelogi dan politik kaum Bolshevik. Desain keduanya pada prangko menunjukkan tanda peringatan terhadap Revolusi yang telah melahirkan negara Uni Soviet.

CK1522-1523

Prangko dengan slogan “Za Mir!” yang terkenal di era 1950-an

Kedua, desain pembangunan Soviet sebagai hasil REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun) yang dilancarkan Stalin mulai dari tahun 1924. Periode 1950-an merupakan tahap kelima dari PELITA dan di dalam prangko dicitrakan keberhasilannya melalui desain gambar pertumbuhan industri, pembangunan PLTA, transportasi udara, kanal Volgo-Don, dan pangkalan Uni Soviet di Artik. Keberhasilan REPELITA memang dapat diandalkan sebagai desain prangko yang menggugah rasa bangga akan rezim Stalin. Gagasan ini kemudian banyak diadopsi oleh negara-negara lain di dunia.

Prangko yang menggambarkan kesuksesan Stalin

Prangko yang menggambarkan kesuksesan Stalin

Ketiga, beberapa prangko juga memuat pasal-pasal dalam Konstitusi Stalin berikut ilustrasinya sebagai pencitraan bahwa Soviet tetap menjamin hak asasi setiap warga negaranya, baik di bidang ekonomi, politik, dan hukum. Pada beberapa prangko, disebutkan mengenai hak untuk memperoleh pekerjaan sebagai hak yang paling asasi, hak untuk beristirahat sehingga lembaga pemberi kerja harus menyediakan libur tahunan, hak untuk memperoleh pendidikan dengan fasilitas bebas biaya untuk semua jenjang, dan hak untuk memperoleh tanggungan materi sebagai perluasan dari hak sosial ekonomi. Tanggungan materi per orang didapat dari keuntungan bersama yang diperoleh dalam masyarakat. Isi konstitusi ini dianggap menguntungkan bagi propaganda Soviet bahkan dinilai melebihi konstitusi negara barat yang belum ada saat itu. Karena konstitusi ini pula, Stalin mendapat julukan sebagai Pemimpin Terbesar Komunisme. Meski demikian, para pengamat dari pihak barat tetap menganggap bahwa konstitusi hanyalah sebagai dokumen propaganda tak bermakna.

 

Sarat Propaganda

Bagaimanapun, desain prangko pada masa Uni Soviet tak dapat dipisahkan dari latar sosial politik pada masa itu. Sebagai benda pos, prangko memang berfungsi sebagai alat pembayaran saat surat dikirim. Namun nilainya bertambah ketika sebuah prangko memiliki desain gambar yang kaya makna. Dalam hal ini, prangko dapat dikategorikan sebagai bagian dari sistem komunikasi visual yang menyampaikan pesan melalui prinsip daya penglihatan, yaitu gambar.  Itu artinya, melalui prangko orang dapat mengetahui peristiwa yang sedang terjadi pada periode tertentu di segala aspek. Bahkan menurut Charlos Stoetzer dalam Library of Congress Catalog Card Number 53-5788, “Prangko merupakan propaganda yang ideal. Penyebarannya mudah dari tangan ke tangan, kota ke kota dan mampu mencapai tempat terjauh, bahkan di seluruh negara di dunia. Prangko umumnya juga menyatakan simbol suatu negara asal prangko dikirim, mengungkapkan gambaran jelas tentang kebudayaan dan keadaan penduduk, atau gagasan ideal sebuah negara.”

Hal ini pula yang dapat ditemukan dalam prangko-prangko Soviet era 1950-an. Propaganda yang tertuang di dalamnya merupakan bentuk pengontrolan informasi selama periode Soviet, bahkan terjadi pada semua media komunikasi lainnya. Segala kebijakan konservatif dan totaliter pemerintahan tampak dominan selama masa pemerintahan Stalin (1924-1953). Rezim totaliter Stalin menerapkan metode realisme sosialis sebagai doktrin estetik resmi pada tahun 1932 yang secara tidak langsung memberikan batasan dalam informasi dan komunikasi massa yang beredar di masyarakat. Sebagai puncaknya pada periode 1950-an, Soviet mengalami beberapa perubahan penting seperti peralihan kekuasaan dari Stalin ke Kruschev, diikuti dengan wafatnya Stalin pada tahun 1953. Kedua peristiwa ini tentu membawa pengaruh besar bagi situasi nasional serta menjadi titik tolak perubahan sistem kekuasaan Soviet.

Beberapa design prangko propaganda Uni Soviet

Prangko untuk mengenang  Lenin – tokoh besar Uni Soviet

Sebelum prangko, media propaganda yang sangat populer di era Soviet adalah poster. Pada dasarnya, pesan yang disampaikan sama seperti prangko, yaitu melalui gambar. Oleh karena itu, tak salah jika prangko disebut pula sebagai perwujudan poster dalam bentuk mini. Pada poster atau prangko, tema yang diangkat untuk propaganda adalah kemenangan kaum proletar, Partai Komunis, dan kepemimpinan. Demi terbitnya propaganda yang banyak dan bervariasi, pemerintah Stalin melalui Komite Pusat tahun 1932 menyatakan bahwa semua kalangan artistik independen akan dilibatkan. Namun desain yang dibuat harus mengikuti pakem dan arahan seperti yang disampaikan menantu Stalin, Andrei Zhdanov di hadapan Kongres Seluruh Uni Soviet pada tahun 1934. Harus ada penggambaran konkret tentang fakta historis dalam pembangunan revolusioner agar dapat menjadi proses pembelajaran bagi para buruh sekaligus menumbuhkan semangat komunisme. Artinya, meski desain prangko dilakukan secara independen dan bebas, namun pembuatnya tetap harus memenuhi dogma realisme sosialis dan jika tidak, maka konsekuensi yang diterima perancangnya adalah diasingkan atau dihukum mati.

CK1707-1710

Prangko yang menggambarkan kelas pekerja di Uni Soviet

Subjek yang seringkali diharuskan adalah gambar tentang para pekerja di ladang dan pabrik, potret kemenangan Stalin, tokoh negara penting, adegan Revolusi bersejarah, emblem dan medali penghargaan dan deskripsi kehidupan domestik yang ideal. Selain itu,  bisa pula tentang teks dan gambar sebagai peringatan terhadap hari kematian dan kelahiran tokoh, berdirinya bangunan penting, hari bersejarah, perayaan partai, dan hasil pembangunan. Namun terlepas dari semua konstruksi desain prangko tersebut, beberapa ilustrasi dalam prangko Soviet ada juga yang merupakan hasil lukisan asli dari seniman. Dibuat mirip aslinya, tapi dalam versi mini. Lukisan aslinya dapat ditemukan antara lain di galeri Tretyakov, Moskow. Beberapa seniman pembuatnya antara lain Pavel Kusnetsov, Sergei Geramov, Dimitrov Balkanski dan Isaak Brodksy yang membuat lukisan berjudul Lenin v Smolnom(Intan Boenarco/Editor: Monica Dian/Image: various)

 






Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *