Runtuhnya Tembok Berlin, Sinyal Kehancuran Uni Soviet

Picture1

Dua puluh enam tahun yang lalu, tepat 9 November 1989, Tembok Berlin yang memisahkan antara Jerman Barat dan Jerman Timur akhirnya runtuh. Runtuhnya Tembok Berlin ini menandai kejatuhan Blok Timur dan juga sinyal awal kehancuran Uni Soviet.

Pasca Perang Dunia II, terdapat dua kekuatan baru di dunia yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet. Keduanya berusaha untuk menyebarkan ideologi masing-masing, Amerika Serikat dengan liberalis-kapitalis dan Uni Soviet dengan sosialis-komunis. Persaingan keduanya untuk memperebutkan hegemoni di dunia menyebabkan lahirnya dua blok yaitu Blok Barat (Amerika Serikat dan sekutunya) dan Blok Timur (Uni Soviet dan sekutunya). Persaingan antara dua blok ini disebut Perang Dingin.

Perang ini ditandai dengan perlombaan senjata, teknologi militer  dan pembentukan aliansi militer. Tidak hanya sampai di situ, persaingan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet bahkan merambah hingga luar angkasa. Persaingan untuk menguasai luar angkasa tersebut dikenal dengan Perang Bintang. Dalam hal ini teknologi Uni Soviet lebih unggul dari Amerika Serikat dengan keberhasilan Uni Soviet meluncurkan pesawat Sputnik I dan Sputnik II pada tahun 1957. Namun persaingan tersebut telah menguras kas negara karena riset teknologi yang dilakukan menelan biaya yang  tidak sedikit. Penempatan kekuatan militer Uni Soviet di kancah konflik internasional seperti di Afganistan dan negara-negara Eropa Timur juga membutuhkan biaya yang sangat besar yang tentu saja menyedot dana domestik yang tidak sedikit.

Perang Dingin pada akhirnya berkembang bukan lagi sebagai perang antara dua ideologi yang berbeda, namun menjadi perang antara dua teori ekonomi yaitu: ekonomi pasar bebas (Amerika Serikat) melawan ekonomi perencanaan terpusat (Uni Soviet). Keduanya terbukti seimbang, walaupun Uni Soviet dan sekutunya tertinggal secara ekonomi, namun mereka terbukti mampu menyusul karena ekonomi pasar barat terlalu boros.

Perang ini menyebabkan kehancuran perekonomian Uni Soviet karena selama perang berlangsung kas negara terkuras untuk mendanai riset teknologi persenjataan, militer dan luar angkasa. Ditambah lagi dalam tahun-tahun terakhir sebelum runtuhnya Tembok Berlin, angkatan kerja Jerman Timur hanya 1/3 dari Jerman Barat. Pabrik-pabrik di Jerman Timur hanya mampu memproduksi barang-barang yang tidak bermutu dan dikelola dengan asal-asalan selain itu 40%  dari bisnis di Jerman Timur dinilai sudah ketinggalan zaman. Banyak perusahaan mengalami kebangkrutan dan jutaan orang kehilangan pekerjaan.

Tembok Berlin yang memisahkan Jerman Barat & Jerman Timur akhirnya dirobohkan

Tembok Berlin yang memisahkan Jerman Barat & Jerman Timur akhirnya dirobohkan

Runtuhnya Tembok Berlin yang menandai kejatuhan Blok Timur juga menandai runtuhnya ekonomi perencanaan terpusat dan munculnya ekonomi pasar kompetitif. Kejatuhan lembaga-lembaga perencanaan terpusat mengancam kesejahteraan rakyat. Hal ini dikarenakan semua mekanisme pusat produksi dan distribusi ikut hancur. Harga-harga dengan cepat meningkat dari 3% sampai 7% hanya dalam waktu seminggu.

Modernisasi dan restrukturisasi yang berusaha dilakukan pemerintah Uni Soviet di bawah Mikhail Gorbachev pada saat itu memakan biaya ratusan miliar USD. Kegagalan demi kegagalan pemerintahan Gorbachev mendekatkan Uni Soviet pada kehancuran. Program Glasnost dan Perestroika semakin menguatkan gerakan separatisme dan reformasi ekonominya menimbulkan ketidakpuasan di republik-republik konstituen Uni Soviet.

Boris Yeltsin menjadi presiden pertama Federasi Rusia

Boris Yeltsin menjadi presiden pertama Federasi Rusia

Setelah situasi yang makin tidak menentu menyusul kudeta dan demonstrasi di negara-negara tersebut. Akhirnya pada 24 Desember 1991 Mikhail Gorbachev secara resmi menggundurkan diri dan satu hari kemudia pada tanggal 25 Desember 1991 Uni Soviet secara resmi dibubarkan. Pada tahun yang sama sebelum runtuhnya Uni Soviet negara Federasi Rusia sudah diproklamirkan pada tanggal 12 Juni 1991 dengan presiden pertamanya Boris Yeltsin. Maka dengan demikian secara otomatis Boris Yeltsin menjadi presiden Federasi Rusia yang merupakan pewaris Uni Soviet. (Monica Dian/Image: various)



« (Previous News)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *