Kehidupan Etnis Yahudi di Rusia (II)

_64010493_7ce420ee-21de-40ab-900d-48aa0aa45438

Kejayaan tokoh-tokoh komunis Yahudi berakhir setelah Stalin naik menjadi pemimpin Uni Soviet menggantikan Lenin. Satu persatu disingkirkan dari pimpinan partai, sebagian besar akhirnya dibunuh, termasuk Trotsky. Walaupun dalam kancah politik peranan mereka sudah mulai menghilang namun dalam angkatan bersenjata peranan Yahudi tetap menonjol terutama pada periode Perang Dunia II.

 

 

Pembersihan Yahudi oleh Stalin

Pada masa Perang Dunia II terdapat lebih dari 50 jenderal keturunan Yahudi dalam ketentaraan Soviet. Banyak diantaranya jenderal ternama yang setelah perang mendapat anugerah bintang kehormatan tertinggi kemiliteran Uni Soviet. Mereka adalah: Mayor Jenderal Yakof Kreyzer memimpin Tentara Soviet dalam pertempuran mempertahankan kota Moskow dari serangan Nazi Jerman, Letnan Jenderal I.S. Beskin panglima pasukan artileri yang berhasil merebut kembali kota Stalingrad dari tentara Nazi Jerman dan Letnan Jenderal Hirsh Davidovich Plaskov seorang panglima artileri yang memimpin  penyerbuan Berlin dari arah barat.

Pada periode 1948 sampai 1953 saat angkatan bersenjata secara berangsur dibersihkan dari para perwira tinggi Yahudi. Tidak kurang dari 63 jenderal, 111 kolonel dan 159 letnan kolonel Yahudi dipensiunkan. Orang Yahudi juga tidak dibiarkan menduduki jabatan-jabatan penting tertentu seperti di partai dan di dinas rahasia. Sejumlah tokoh Yahudi Bolshevik pada era sebelum Stalin tewas dalam pembersihan, hal ini menunjukkan bahwa orang-orang Yahudi adalah kelompok terbesar di Komite Sentral Partai Komunis Uni Soviet. Beberapa tokoh Bolshevik keturunan Yahudi yang menjadi korban Stalin adalah: Trotsky, Zinoviev dan Kamenev.

Leon Trotsky

Leon Trotsky

Selain itu jumlah mahasiswa Yahudi di perguruan-perguruan tinggi dibatasi dengan kuota. Hal ini mirip dengan apa yang terjadi pada masa Tsar Alexander III  dimana ruang gerak orang-orang Yahudi sangat dibatasi dan diawasi. Bahkan pada tahun 1956 dan 1960-an digalakkan gerakan pembersihan para penjahat ekonomi, seperti para pelaku perdagangan gelap valuta asing dan sejenisnya, dengan penjatuhan hukuman mati. Dari lebih dari 100 orang yang dihukum mati, 40 persen memiliki nama Yahudi.

 

Masa Kejayaan Yahudi di Bawah Yeltsin

Masa kejayaan warga Yahudi dan Rusia keturunan Yahudi adalah pada masa pemerintahan Yeltsin. Saat itu banyak yang mendadak menjadi milyuner. Kebijakan Yeltsin untuk memprivatisasi aset-aset negara telah menguntungkan pihak-pihak tertentu pada masa itu. Orang-orang yang berhasil meguasai perusahaan-perusahaan negara dan mendadak menjadi kaya-raya ini disebut dengan oligarki. Kebanyakan dari oligarki ini adalah warga Rusia keturunan Yahudi.

Para oligarki pada masa Yeltsin tidak hanya menguasai aset-aset negara dan perekonomian negara, mengontrol politik tetapi lebih dari itu mereka secara tidak langsung ikut mengatur pemerintahan negara dengan memanfaatkan kekauasaan Yeltsin yang pada saat itu menjabat sebagai presiden. Para oligarki ini dengan memanfaatkan kedekatannya dengan Yeltsin mampu memanipulasi dan mempengaruhi kebijakan-kebijakan yang akan diambil oleh Yeltsin. Oligarki-oligarki keturunan Yahudi di Rusia antara lain: Roman Abramovich pemilik Chelsea FC.

 

Sikap Vladimir Putin Terhadap Yahudi & Gerakan Anti-Yahudi

Sikap Vladimir Putin pada saat menjabat sebagai presiden terhadap warga Yahudi Rusia dapat dikatakan mendua. Ia bukanlah seorang pro-Yahudi tetapi juga bukan anti-Yahudi. Sebagai politikus ia menyadari dan mengerti betul kontribusi warga Yahudi maunpun warga Rusia keturunan Yahudi bagi Rusia selama beradab-abad. Dalam suatu pertemuan dengan Rabbi Berel Lazar, Vladimir Putin menyatakan komitmennya untuk menjamin kesejahteraan golongan Yahudi Rusia, akan memerangi gerakan anti-Yahudi dan mempertahankan kewarganegaraan ganda mereka. Namun demikian kekhawatiran dari pihak Yahudi terhadap pemerintahan Vladimir Putin sangat besar, mengingat gencarnya penyelidikan dan cecaran terhadap oligarki yang sebagian besar adalah keturunan Yahudi. Vladimir Putin berdalih hal ini semata-mata karena oligarki dinilai telah merusak perekonomian Rusia yang menyebabkan ketimpangan pendapatan yang menyolok. Ia menjamin kasus itu murni kriminal bisnis dan tidak ada kaitannya dengan sikap anti-Yahudia.

Vladimir Putin bertemu dengan Rabbi Berel Lazar

Vladimir Putin bertemu dengan Rabbi Berel Lazar

Tindakan Vladimir Putin ini sebenarnya bukan merupakan hal yang aneh namun kenyataan bahwa banyak dari oligarki ini merupakan warga Rusia keturunan Yahudi kembali membangkitkan ingatan lama akan sentimen anti-Yahudi yang pernah terjadi pada masa Tsar Alexander III. Keadaan menjadi semakin rumit mengingat ia adalah eks-anggota KGB dan kehadiran Siloviki (eks KGB) yang terkenal anti-Yahudi dalam pemerintahannya. Bahkan bagi Siloviki sendiri “semua orang Yahudi adalah perampok yang berorientasi Barat dan akan selalu begitu”

Selama masa pemerintahannya, ia gencar menyelidiki dan melakukan penangkapan terhadap oligarki-oligarki yang dianggap telah melakukan pelanggaran terhadap negara. Yang paling terkenal adalah penangkapan terhadap Khodorkovsky pemilik Yukos yang didakwa mencuri aset negara, menipu aparat perpajakan, korupsi, penyuapan dan pembunuhan. Penangkapannya turut menyeret nama Leonid Nevzlin rekan Khodorkovsky. Nevzlin sendiri dilindungi pemerintah Israel dengan mengeluarkan paspor Israel baginya agar terhindar dari ekstradisi dari Moskow. Hal ini tidak hanya mendapat kecaman dari pihak Rusia tetapi juga dari beberapa pihak Israel sendiri.

Mikhail Khodorkovsky, pemilik Yukos

Mikhail Khodorkovsky, pemilik Yukos

Kehidupan warga Yahudi maupun Rusia keturunan Yahudi di Rusia bukan tanpa kendala. Mulai dari zaman Kekaisaran Rusia, Uni Soviet, pasca runtuhnya Uni Soviet, pemerintahan Yeltsin hingga Putin, mereka terus mengalami masa pasang surut sebagai warga minoritas. Pada akhir tahun 1980-an dan awal 1990-an, banyak orang-orang Yahudi maupun Rusia keturunan Yahudi yang menanfaatkan kebijakan imigrasi untuk meninggalkan Rusia. Sebagian besar kembali ke Israel dan sebagian lainnya hijrah ke Amerika Serikat dan Jerman. Walaupun demikian, orang-orang Yahudi di Rusia dan di negara-negara bekas Uni Soviet masih merupakan salah satu populasi Yahudi terbesar di Eropa. (Monica Dian/Image: various)






3 Comments to Kehidupan Etnis Yahudi di Rusia (II)

  1. lina says:

    suka banget baca blog-nya, sarat isi & pengetahuan.

    • Monica Adelina says:

      Terima kasih atas feed back-nya, semoga Privet!Magz bisa terus menyajikan informasi-informasi seputar negara-negara Slavia

  2. alex yuri says:

    Spasiba,sungguh inspiratif. Ternyata komunis bukan produk yahudi. Sebaliknya melawan ketidakadilan alias ketimpangan/kesenjangan sosial. Tak peduli itu a.n kapitalisme,yahudi,liberalisme/kebebasan,ham,atau apapun itu. Andai bung karno masih hidup mungkin tak ada lagi nenek yang tinggal di kandang kambing,pengemis yang ternyata kaya raya, freeport, hutan terbakar ratusan ribu hektar, orang hutan dibantai,dll.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *