Kartu Kredit UnionPay Geser Visa dan MasterCard di Rusia

unionpaycards

Pemerintah Rusia sudah mendapatkan pengganti dari sistem kartu kredit Visa dan MasterCard yaitu UnionPay dari Tiongkok. Pergantian ini dilakukan setelah dua sistem kartu kredit AS tersebut membekukan seluruh akunnya di Rusia tanpa pemberitahuan pada Maret 2014 karena Rusia terlibat konflik di Crimea, Ukraina. Akibat pembekuan akun di Rusia, Visa dan MasterCard harus membayar security deposit kepada Bank Sentral Rusia hingga miliaran dollar AS untuk setiap perusahaan.

Pembekuan sepihak tersebut juga mengakibatkan hilangnya kepercayaan masyarakat Rusia terhadap Visa and MasterCard. Sejumlah bank besar Rusia, VTB- Gazprombank, Promsvyazbank, Alfa Bank, MTS, dan Rosbank sudah mulai mempersiapkan teknis untuk ujicoba kartu UnionPay. Bahkan sejumlah pengusaha mulai mengganti alat transaksi dari dollar AS dan euro ke yuan.

Wakil Ketua LightBank, Denis Fonov mengatakan, “Visa dan MasterCard sebelumnya dipercaya 100 persen. Namun sekarang, tidak ada lagi kepercayan pada sistem ini. Banyak orang, dan klien LightBank telah memindahkan transaksi mereka dari dollar AS dan euro ke yuan. Mereka lebih memilih menggunakan kartu UnionPay daripada MasterCard dan Visa”.

UnionPay pertama kali keluar tahun 2002 untuk pasar domestik Tiongkok dan berkembang pesat ke seluruh dunia sejak itu. Awalnya, UnionPay dikeluarkan sebagai alternatif selain Visa dan MasterCard. Namun, ternyata UnionPay kian berkembang dan menjelma menjadi kartu terbanyak yang digunakan di dunia.

Saat ini, menurut laporan Nilson, kartu UnionPay menjadi sistem pembayaran nomor satu di dunia. Tercatat pembayaran menggunakan UnionPay sebanyak 5,3 trilliun dollar AS atau sekitar 47% market share. Sementara penggunaan Visa hanya 40,6% dan MasterCard sebesar 12,2%. Sedangkan dalam total transaksi, UnionPay di urutan kedua dengan jumlah transaksi 2,5 triliun dollar AS pada pertengahan tahun 2013 lalu. Masih kalah satu peringkat di bawah Visa yang mencapai 4,6 triliun dollar AS.

Di Rusia, UnionPay menargetkan 2 juta kartu kredit dalam 3 tahun ke depan. Saat mulai beroperasi di Rusia, UnionPay  harus memasukkan security deposit ke Bank Sentral Rusia, sekitar 3-4 miliar dollar AS. Hingga Agustus 2014 sudah 20.000 kartu UnionPay yang diterbitkan di Russia, dan bertambah 100.000 kartu lagi pada September 2014. (Kontributor: Deden Firmansyah-Alumnus Sastra Rusia FIB-UI, Sport Producer Kompas TV/Editor: Monica Dian/Diolah dari berbagai sumber/Image: chinadaily)






Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *