SVR (Sluzhba Vneshney Razvedki)

svr_flag

Rusia mempunyai tradisi intelijen yang tangguh apabila melihat Uni Soviet yaitu KGB (Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti). Namun setelah Uni Soviet runtuh KGB terbagi-bagi menjadi organisasi-organisasi yang lebih kecil dengan kekuatan yang terbatas. Setelah eks KGB Vladimir Putin mengambil alih kekuasaan SVR. Ia ingin mengembalikan kekuatan intelijen yang dulu berjaya. Intelijen Rusia pun kembali kepada tingkatan sewaktu perang dingin dulu. Para agen intelijen merupakan salah satu kelompok politik terkuat yang dimiliki Putin di Rusia dan banyak dari eks KGB yang menempati posisi kunci di pemerintahan.

Dinas Intelijen Asing Rusia (SVR) adalah agen intelijen eksternal utama Rusia. SVR merupakan suksesor dari Direktorat Utama Pertama (PGU: Pervoye Glavnoye Upravleniye) di bawah KGB sejak Desember 1991. Kantor pusat SVR berada di Distrik Yasenevo di Kota Moskow. SVR merupakan penerus intelijen asingera Soviet yaitu Cheka (Chrezvychaynaya Komissiya) dan OGPU (Ob’edinennoe Gosudarstvennoe Politicheskoe Upravlenie)di era Vladimir Lenin serta NKVD (Narodnyy komissariat vnutrennikh del) di era Stalin. Kemudian tahun 1991 pasca runtuhnya Uni Soviet NKVD menjadi SVR.

UU Intelijen Asing yang pertama, disusun sendiri oleh SVR. UU disahkan pada bulan Agustus 1992. Undang-undang ini memberikan menetapkan bahwa anggotanya dapat menduduki posisi dalam kementerian, departemen, perusahaan negara dan organisasi sesuai dengan persyaratan hukum tanpa mengorbankan hubungan mereka dengan badan-badan intelijen asing. Kemudian sebuah UU Intelijen Asing yang baru, disahkan oleh DumaNegara dan Dewan Federasi pada akhir 1995 dan ditandatangani Presiden Boris Yeltsin pada 10 Januari 1996. Hukum memberikan wewenang kepada SVR untuk melakukan hal berikut:

  1. Melakukan intelijen;
  2. Menerapkan langkah-langkah aktif untuk menjamin keamanan Rusia;
  3. Perilaku militer, strategis, spionase ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi;
  4. Melindungi karyawan lembaga luar negeri Rusia dan keluarga mereka;
  5. Menyediakan keamanan pribadi bagi pejabat pemerintah Rusia dan keluarga mereka;
  6. Melakukan kerjasama dengan jasa keamanan asing;
  7. Melakukan pengawasan elektronik di luar negeri.

Presiden Federasi Rusia secara pribadi dapat mengeluarkan perintah rahasia untuk SVR, tanpa meminta ijin Majelis Federal, Duma Negara dan Dewan Federasi. Kegiatan Penting intelijen SVR termasuk  melakukan terobosan ilmiah yang radikal  dan mungkin mengubah situasi keamanan Rusia, serta menentukan daerah-daerah yang memerlukan tindakan pelayanan khusus  bagi negara-negara asing dan organisasi yang dapat merusak kepentingan Rusia.Kontak SVR dengan berbagai intelijen dan jasa kontra intelijen dari negara-negara asing merupakan salah satu kegiatan unggulan badan tersebut.

Markas SVR

Markas SVR

Berkantor pusat di Moskow, SVR memiliki kantor di kedutaan Rusia, konsulat dan perusahaan perdagangan di seluruh dunia. SVRterdiri dari tiga Direktorat terpisah, dan tiga Layanan:

  1. Direktorat S, yang bertanggung jawab untuk agen ilegal (mereka yang di bawah penyamaran) di seluruh dunia;
  2. Direktorat T, bertanggung jawab untuk pengumpulan intelijen ilmiah dan teknologi, dan:
  3. Direktorat K, yang melakukan infiltrasi intelijen asing dan badan keamanan dan latihan pengawasan atas warga Rusia di luar negeri;
  4. Layanan I, yang menganalisis dan mendistribusikan hasil intelijensi yang dikumpulkan oleh petugas intelijen SVR asing dan agen, menerbitkan ringkasan harian, dan membuat penilaian perkembangan dunia masa depan;
  5. Layanan A, yang bertanggung jawab untuk perencanaan dan pelaksanaan langkah-langkah aktif, dan;
  6. Layanan R, yang mengevaluasi operasi SVR luar negeri;
  7. Luar Negeri Intelliegence Akademi adalah pembentukan pelatihan utama bagi SVR

Dinas Intelijen Luar Negeri bekerja sama dengan beberapa layanan khusus di negara lain,  termasuk kerjasamaterhadap senjata pemusnah massal non-proliferasi, dan memerangi terorisme, perdagangan narkoba, kejahatan terorganisir dan pencucian uang, perdagangan senjata gelap, pencarian dan pembebasan sandera warga Rusia dan negara-negara CIS (Commonwealth of Independent States)yang dilaporkan hilang. Kolaborasi mencakup pertukaran informasi intelijen, bantuan dalam pelatihan personil dan material dan bantuan teknis. SVR ini juga dilaporkan telah menjalin perjanjian kerjasama formal dengan badan intelijen dari beberapa republik Soviet, termasuk Azerbaijan dan Belarus, yang meliputi pengumpulan dan pertukaran intelijen. (Monica Dian/Image: various)

 

 



« (Previous News)
(Next News) »



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *