Sejarah Sinema Rusia

ren_russian_cinema_v2_hires

Film pertama muncul di Rusia pada tahun 1896 dan dalam kurun waktu 10 tahun perhatian masyarakat terhadap sinema makin meningkat dan mendorong munculnya produksi lokal di Rusia. Evgeny Bauer menjadi sutradara pertama Rusia.

Film pada masa sebelum revolusi berakar pada simbolisme, tragedi Yunani dan novel-novel Rusia abad 19 yang menggambarkan kemewahan kaum Borjuis. Karena menggambarkan tentang kehidupan para kaum bangsawan sinema pada masa ini sering disebut dengan Sinema Tsar. Salah satu karya Bauer yang terkenal pada masa itu adalah Twilight of a Women’s Soul(Sumerki zhenskoi dushi, 1913) yang lebih dikenal dengan Mad Love.Setelah komunisme berkuasa film-film yang bertemakan Borjuisme mulai tergeser.

Tahun 1920an

Film-film pada masa ini tidak dapat terlepas dari komunisme. Aelita: Queen of Mars(1924) karya Iakov Protazanov  yang merupakan film dengan biaya besar dan sering disebut sebagai salah satu propaganda komunis karena memaparkan revolusi adalah jalan paling ideal untuk terbebas dari tirani.

Pada masa ini juga mulai muncul feminisme. Pada awal kemunculanya sinema Rusia didominasi oleh sutradara laki-laki. Pada tahun 1920an muncul  seorang sutradara perempuan yaitu Esfir Shub yang bekerja sebagai pembuat film dokumenter. Karyanya yang paling terkenal adalah The Fall of the Romanov Dynasty (Pad Romanovykh, 1927).

Feminisme dalam sinema Rusia yang paling dikenal pada masa itu adalah film Abram Room’s; Bed and Sofa (Tret’ya Meshchanskaya, 1927) yang merupakan film kontroversial karena dianggap melenceng dari sistem patrialisme dengan menunjukkan adanya single mother (orang tua tunggal) yang pada masa itu dianggap tidak bermoral.

Pada era ini juga ditemukan suatu teknik yang disebut Montase. Montase adalah inovasi terbesar yang pernah dibuat Rusia dalam persinemaan dunia. Sayangnya hal ini kurang dapat diterima masyarakat Rusia pada masa itu.

Bronenosets Potemkin

Bronenosets Potemkin

Sutradara yang paling tekenal di Rusia pada masa itu bahkan hingga kini adalah Eisenstein. Karya terbesarnya yang akan selalu diingat adalah Battleship Potemkin (Bronenosets Potemkin) yang dirilis tahun 1925 dan banyak mendapat penghargaan baik di dalam maupun luar negari. Film ini dibuat dengan menggunakan teknik montase.

Tahun 1930-1940an

Pengenalan bunyi dalam film memberikan efek yang besar bagi sinema Rusia. Bunyi akan memperkuat ilustrasi dalam film, namun muncul permasalahan yaitu bagaimana menyelaraskan editing visual dengan editing bunyi. Eisenstein berhasil merumuskannya dengan baik, yaitu dengan menggunakan  musik sebagai latar dari gambar. Hal ini dapat ditemui dalam filmnya Aleksandr Nevsky (1938), film lain yang sudah memasukkan unsur bunyi adalah Three Songs of Lenin (Tri pesni o Lenine, 1934) karya Dziga Vertov.

Selain bunyi ciri lain yang menonjol di era ini adalah pengaruh Stalin yang sedang berkuasa. Film-film tentang ironi, ekspresionisme dan drama harus jauhi. Kebebasan berekspresi menjadi sulit dan berbahaya. Pada masa ini pensensoran menjadi lebih ketat dan beberapa film mengalami pencekalan.

Namun dibalik teror Stalin ada beberapa tokoh yang berani menantang, contonya Lev Kuleshov dengan karyanya The Great Conselor (Velikii uteshitel, 1933) yang menceritakan kebenaran tentang kondisi sosial saat itu, Aleksandr Medvedkin dengan Happiness (Shchaste, 1935) yang merupakan film satire, Eisenstein dengan epik Ivan the Terrible (Ivan Grozny, 1943-1946). Film ini sebenarnya dibuat dalam 3 bagian, namun Eisenstein meninggal sebelum bagian ketiganya selesai dibuat.

Ivan Grozny, 1943-1946

Ivan Grozny, 1943-1946

Setelah Perang Dunia II, sinema Rusia mulai mengenal adanya film berwarna dengan Ivan the Terrible sebagai film berwarna pertama Rusia. Setelah film tersebut sinema Rusia mengalami stagnasi dan butuh 10 tahun bagi sutradara Rusia untuk bangkit dan mampu membuat film yang dapat diterima kalangan sinema internasioanl.

Tahun 1950an

Pada awal Perang Dingin, tidak ada perkembangan yang cukup berarti dalam sinema Rusia. Hanya kebebasan berekspresi yang kembali setelah kematian Stalin. Baru pada akhir tahun 1950an muncul film balada. Beberapa film yang terkenal pada masa itu yaitu Ballad of a Soldier (Ballada o Soldate) karya G. Chukhraj, The Cranes Are Flying (1957) dan Height (Vysota) yang merupakan film terbaik pada tahun 1950an.

Tahun 1960-1970an

Tahun 1960-1970an menghasilkan banyak film bagus yang kebanyakan mengacu pada kebudayaan Soviet. Antara lain: Seventeen Instants of Spring (Semnadtsat mgnovenij vesny) yang terkenal sampai ke Jerman, White Sun of the Desert (Beloe Solntze Pustyni, 1970) yang merupakan karya klasik Timur,  Irony of Fate (Ironiya sudby) yang merupakan salah satu film termasyur sepanjang masa di Rusia, The Diamond Hand (Brilliantovaya Ruka) sebuah film komedi yang banyak terdapat kutipan humornya.

Andrey Myagkov & Barbara Brylska, dua bintang utama  Ironiya Sudby

Andrey Myagkov & Barbara Brylska, dua bintang utama Ironiya Sudby

 

Tahun 1980an

Era ini memperlihatkan keberanekaragaman tema. Isu-isu yang sensitif saat itu mulai dapat dibicarakan secara terbuka. Hasilnya adalah film seperti Repentance (Pokayanie), yang menceritakan tentang Stalinisme  di Georgia dan film fiksi ilmiah Kin-dza-dza! yang merupakan satire dari kehidupan Soviet pada umumnya. Pada masa akhir Uni Soviet terdapat dua film yang termasuk masterpiece bagi dunia perfilman Rusia yaitu Autumn Marathon sebuah komendi-tragedi dan film Siberiade yang memenangkan Jury Prize di Festival Cannes.

Tahun 1990-2000an (Pasca Runtuhnya Uni Soviet)

Periode sinema Rusia pasca runtuhnya komunis ditandai dengan banyaknya sinema eksperimental. Namun, paling mencolok adalah masuknya pengaruh Barat terutama Hollywood yang selama masa komunis dilarang. Adanya persilangan antara genre pop Amerika dan keartistikan Rusia menghasilkan sinema Rusia yang baru.

Beberapa film berhasil mendapat penghargaan di ajang internasional, yaitu Burnt by the Sun (1994) karya Nikita Mikhailkov yang menyabet Oscar,  Prisoner of the Mountains yang menerima Critics Award&Audience Award di Festival Cannes serta European Film Award,  dan  The Return(2003) karya A. Zvyagintsev yang memenangkan Venice 2003 Golden Lion Award.

Burnt by the Sun

Burnt by the Sun

Kebangkitan sutradara-sutradara perempuan juga terjadi pada era ini, seperti L. Sidilova: Lilia(2002), G.Omarova: Schizo(2004), M. Razbezhkina: Harvest Time(2003) serta Popsa (2005) karya Yelena Nikolayevna. Film tentang mafia juga mulai digemari. Beberapa film mafia berhasil dibuat dan meraih sukses, diantaranya Brother (Brat, 1997) karya A. Balabanova, Tycoon(2002) karya Pavel Lugin, Blind Man’s Buff(Zhmurki, 2005) dan Killer(1998) sebuah film karya sutradara Kazakstan Darezhan Omirbayev.

Sergei Bodrov, Jr. dalam Brat

Sergei Bodrov, Jr. dalam Brat

Pada masa ini juga mulai dikenal adanya proyek kerja sama pembuatan film dengan negara lain. Granny(Baboussia, 2003) karya Lidia Borbova merupakan film hasil kerja sama Rusia-Perancis dan  Cuckoo yang mendapat penghargaan Sutradara Terbaik dalam Festival Film Moskow merupakan film Rusia-Finlandia.(Monica Dian/Image: various)

 



« (Previous News)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *